Lamongan - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA yang dilakukan hari ini ternyata tidak berlangsung mulus. Sejumlah siswa SMA Luar Biasa (LB) di Lamongan sempat terkatung-katung karena materi ujian tak kunjung datang.
Para siswa SMA-LB Maarif ini hanya bisa duduk-duduk. Hingga pukul 08.00 WIB, siswa SMA luar biasa ini belum juga mendapatkan soal ujian. Bahkan, nomor peserta ujian pun masih dalam proses pembuatan dan belum dibagikan kepada para siswa.
Menurut Kepala Sekolah SMA-LB Maarif, Sugeng Supriyono, keterlambatan penerimaan soal UN disebabkan karena kesalahan sistem. Jika biasanya pengambilan soal dititipkan ke salah satu SMA yang bertetangga dengan SMA-LB, kali ini dititipkan di Mapolsek kota.
Saat pihak sekjolah mengambil sendiri ke Mapolsek, kata Sugeng, pihak kepolisian menolak dengan alasan harus membuat berita acara pengambilan soal terlebih dahulu.
"Biasanya soal dititipkan ke SMA terdekat tetapi kali ini tidak," kata Sugeng, Senin (15/4/2013).
Karena harus bolak-balik mengurus pengambilan soal tersebut, kata dia, pihaknya terpaksa harus mengundur waktu pelaksanaan karena sekolah harus membuat berita acara pengambilan naskah terlebih dahulu.
Sugeng menegaskan, meski diundur beberapa jam dari waktu yang ditentukan, ujian tetap akan dilakukan dengan tenggat waktu yang sama, yaitu selama 2 jam. UN di SMA-LB baru bisa dimulai pukul 08.30 WIB.
"Ujian tetap dilakukan hari ini," tegasnya.
Meski tak banyak, para siswa SMA-LB yang melaksanakan UN terpaksa harus menunggu datangnya soal sambil duduk di ruang ujian. Sementara, para pengawas ujian pun mondar-mandir menunggu soal.
"Jumlah peserta UN di SMA-LB tahun ini ada 8 siswa," jelas Sugeng.
Sementara, jumlah siswa peserta UN tahun ini 1.695 siswa terdiri dari siswa SMA, SMK dan MA di seluruh Lamongan.
(fat/fat)
Posting Komentar